TEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA
Teori pemrosesan informasi adalah
teori kognitif tentang belajar yang menjelaskan pemrosesan, penyimpanan, dan
pemanggilan kembali pengetahuan dari otak (Slavin, 2000). Teori ini menjelaskan
bagaimana seseorang memperoleh sejumlah informasi dan dapat diingat dalam waktu
yang cukup lama. Oleh karena itu perlu menerapkan suatu strategi belajar
tertentu yang dapat memudahkan semua informasi diproses di dalam otak melalui
beberapa indera. Teori belajar yang oleh Gagne (1988) disebut dengan
‘Information Processing Learning Theory’. Teori ini merupakan gambaran
atau model dari kegiatan di dalam otak manusia di saat memroses suatu
informasi. Karenanya teori belajar tadi disebut juga ‘Information-Processing
Model’ oleh Lefrancois atau ‘Model Pemrosesan Informasi’. Menurut Gagne bahwa
dalam pembelajaran terjadi proses penerimaan informasi, untuk kemudian diolah
sehingga menghasilkan keluaran dalam bentuk hasil belajar. Dalam pemrosesan
informasi terjadi adanya interaksi antara kondisi-kondisi internal dan
kondisi-kondisi eksternal individu. Kondisi internal yaitu keadaan dalam diri
individu yang diperlukan untuk mencapai hasil belajar dan proses kognitif yang
terjadi dalam individu. Sedangkan kondisi eksternal adalah rangsangan dari
lingkungan yang mempengaruhi individu dalam proses pembelajaran.
Dalam mengartikan penyampaian
informasi dengan multimedia perlu dibedakan apa yang disebut dengan media
pengantar, desain pesan, serta kemampuan sensorik. Media pengantar
mengacu pada sistem yang dipakai untuk menyajikan informasi, misalnya media
berbasiskan media cetakan atau media berbasiskan komputer. Desain pesan mengacu
pada bentuk yang digunakan untuk menyajikan informasi, misalnya pemakaian
animasi atau teks audio. Kemampuan sensorik mengacu pada jalur pemrosesan
informasi yang dipakai untuk memproses informasi yang diperoleh, seperti proses
penerimaan informasi visual atau auditorial. Sebagai contoh, suatu paparan
tentang bagaimana sistem sesuatu alat bekerja dapat dipresentasikan melalui
teks tertulis dalam buku atau melalui teks di layar komputer (dua media yang
berbeda), dalam bentuk rangkaian kata-kata atau kombinasi kata-kata dan gambar
(dua desain pesan yang berbeda), atau dalam bentuk kata-kata tertulis atau
lisan (dua sensorik yang berbeda). Sebenarnya istilah desan pesan mengacu pada
proses manipulasi, atau rencana manipulasi dari sebuah pola tanda yang
memungkinkan untuk mengkondisi pemerolehan informasi. Penelitian telah
menemukan bukti bahwa desain pesan yang berbeda pada multimedia instruksional
mempengaruhi kualitas performansi (Pranata, 2004).
Beberapa teori yang melandasi
perancangan desain pesan multimedia instruksional ialah teori
pengkodean ganda, teori muatan kognitif, dan teori pemrosesan ganda. Menurut
teori pengkodean ganda manusia memiliki sistem memori kerja yang terpisah untuk
informasi verbal dan informasi visual, memori kerja terdiri atas memori kerja
visual dan memori kerja auditori. Teori muatan kognitif menyatakan bahwa
setiap memori kerja memiliki kapasitas yang terbatas. Sedangkan teori
pemrosesan ganda menyatakan bahwa penyampaian informasi lewat multimedia
instruksional baru bermakna jika informasi yang diterima diseleksi pada setiap
penyimpanan, diorganisasikan ke dalam representasi yang berhubungan, serta
dikoneksikan dalam tiap penyimpanan
Menurut Gagne tahapan proses pembelajaran meliputi delapan
fase yaitu,(1) motivasi;
(2) pemahaman;
(3) pemerolehan;
(4) penyimpanan;
(5) ingatan kembali;
(6) generalisasi;
(7) perlakuan;
(8) umpan balik.
Beberapa model telah dikembangkan di antaranya oleh Gagne (1984), Gage dan Berliner (1988) serta Lefrancois, yang terdiri atas tiga macam ingatan yaitu: sensory memory atau Ingatan Inderawi (II), Ingatan Jangka Pendek (IJPd) atau short-term/working memory, Ingatan Jangka Panjang (IJPj) atau long-term memory. Berdasar ketiga model tersebut dapat dikembangkan diagram pemrosesan informasi berikut ini:
Selamat sore Ester,..
BalasHapusdisini saya ingin mengomentari mengenai materi yang anda posting, pada model pembelajaran menurut Gagne, ada 8 fase dalam proses pembelajaran, bisakah saudari jelaskan lebih rinci mengenai tahapan tahapan proses pembelajaran menurut Gagne tersebut,.! Terima kasih
Baiklah saya akan menjelaskan lebih rinci mengenai tahapan tahapan proses pembelajaran menurut Gagne yaitu:
Hapus1. Fase Motivasi
Siswa (yang belajar) harus diberi motivasi untuk belajar dengan harapan, bahwa belajar akan memperoleh hadiah. Misalnya, siswa-siswa dapat mengharapkan bahwa informasi akan memenuhi keingintahuan merekatentang suatu pokok bahasan, akan berguna bagi mereka atau dapat menolong mereka untuk memperoleh angka yang lebih baik.
2. Fase Pengenalan
Siswa harus memberi perhatian pada bagian-bagian yang esensial dari suatu kajian instruksional, jika belajar akan terjadi. Misalnya, siswa memperhatikan aspek-aspek yang relevan tentang apa yang dikatakan guru, atau tentang gagasan-gagasan utama dalam buku teks.
3. Fase Perolehan
Bila siswa memperhatikan informasi yang relevan, maka ia telah siap untuk menerima pelajaran. Informasi tidak langsung terserap dalam memori ketika disajikan, informasi itu di ubah kedalam bentuk yang bermakna yang dihubungkan dengan materi yang telah ada dalam memori siswa.
4. Fase Retensi
Informasi baru yang diperoleh harus dipindahkan dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Ini dapat terjadi melalui pengulangan kembali (rehearsal), praktek (practice), elaborasi atau lain-lainnya.
5. Fase Pemanggilan
Mungkin saja kita dapat kehilangan hubungan dengan informasi dalam memori jangka-panjang. Jadi bagian penting dalam belajar adalah belajar memperoleh hubungan dengan apa yang telah dipelajari, untuk memangil informasi yang telah dipelajari sebelumnya.
6. Fase Generalisasi
Biasanya informasi itu kurang nilainya jika tidak dapat diterapkan di luar konteks dimana informasi itu dipelajari. Jadi, generalisasiatau transfer informasi pada situasi-situasi baru merupakan fase kritis dalam belajar. Transfer dapat ditolong dengan memintapara siswa untuk menggunakan informasi dalam keadaan baru.
7. Fase Penampilan
Siswa harus memperhatikan bahwa mereka telah belajar sesuatu melalui penampilan yang tampak.
8. Fase Umpan Balik
Para siswa memperoleh umpan balik tentang penampilan mereka yang menunjukkan apakah mereka telah atau belum mengerti tentang apa yang diajarkan.
Terimakasih
Kejadian-kejadian belajar itu akan diuraikan dibawah ini, yaitu:
BalasHapus1. Fase motivasi : siswa yang belajar harus diberi motivasi untuk memanggil informasi yang telah dipelajari sebelumnya.
2. Fase pengenalan : siswa harus memberikan perhatian pada bagian-bagian yang esensial dari suatu kejadian instruksional, jika belajar akan terjadi.
3. Fase perolehan : apabila siswa memperhatikan informasi yang relevan, maka ia telah siap untuk menerima pelajaran.
4. Fase retensi : informasi baru yang diperoleh harus dipindahkan dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang. Ini dapat terjadi melalui penggulangan kembali
5. Fase pemanggilan : pemanggilan dapat ditolong dengan memperhatikan kaitan-kaitan antara konsep khususnya antara pengetahuan baru dengan pengetahuan sebelumnya.
6. Fase generalisasi : biasanya informasi itu kurang nilainya, jika tidak dapat diterapkan diluar konteks di mana informasi itu dipelajari.
7. Fase penampilan : tingkah laku yang dapat diamati. Belajar terjadi apabila stimulus mempengaruhi individu sedemikan rupa sehingga performancenya berubah dari situasi sebelum belajar kepada situasi sesudah belajar.
8. Fase umpan balik : para siswa harus memperoleh umpan balik tentang penampilan mereka yang menunjukkan apakah mereka telah atau belum mengerti tentang apa yang diajarkan.
Terimakasih atas tambahan jawabannya saudari Lukita Sari
Hapusassalam mualaikum wr wb disini saya inggin menannyakan menurut saudari kendala seperti apa apabila teori ini dilakukan di daerah perdesaan atau sekolah yang blom memadaian dan apa strategi saudari?
BalasHapusTEORI PEMROSESAN INFORMASI BERBANTUAN MEDIA
Baiklah saya akan menjawab pertanyaan dari saudara Tesa kendala dari teori ini tergantung dari media yang digunakan jika kita menggunakan media berbasis multimedia mungkin akan sulit diterapkan didaerah pedesaan yang terpencil untuk itu lebih baik menggunakan media berupa alat peraga.
BalasHapusTerimakasih
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSaya ingin bertanya. Bagaimana cara membuat media yang dapat membantu siswa dalam memahami suatu materi ?
BalasHapusjika suatu media yang anda buat tidak bisa diterapkan, apa proses pembelajaran bisa dikatakan berjalan dengan lancar?
BalasHapus